Sabtu, 12 September 2009

Lagu Milik Siapakah

malaysia curi Lagi Lagu indonesia

Senin, 21/4/2008 | 17:57 WIB

Berkali-kali kejadian itu terulang kembali. Setelah lagu Rasa Sayange, Tarian Indang, kini muncul lagi kasus “pencurian” lagu milik pencipta lagu Indonesia. Tak tanggung-tanggung, ini kali penyanyi Malaysia yang bernama Saiful Apek merakit dua lagu Indonesia masing-masing Bintang Kejora ciptaan AT Mahmud dan Abang Tukang Bakso ciptaan Agil/Mamo menjadi lagu baru berjudul Aspalela.

Komposisi lagu tersebut kurang lebih seperti ini. Lagu Aspalela dibuka dengan melodi suara terompet dengan nada lagu Abang Tukang Bakso. Berikutnya, masuk song, Apek mulai menyanyi lagu Aspalela dengan nada Bintang Kejora. Syairnya sebagai berikut:

Ingat tak lagi janji kita dulu aspalela
Kau dan aku akan bersama sampai ke hari tua
Tapi sayang janji itu dirampas orang ketiga
Oh aspalela jangan buat ku kecewa

Masuk bait berikut yang menyerupai refrain, Apek mengambil lagi nada lagu Tukang Bakso dengan syair sebagai berikut:

Sampai hati kau pergi kepadanya
Makan hatiku bila kau berkata
Patah hati dengan hubungan kita
Hancur hatiku aspalela

Demikian seterusnya, Apek secara bergantian mengambil nada dua lagu anak-anak Indonesia itu ke dalam lagu Aspalela.

Hebatnya lagi, lagu Aaspalela yang tak jelas siapa nama pengarangnya itu menjadi hits di Malaysia. Selain caci maki, puja-puji atas lagu tersebut pun muncul di beberapa blog. Di antaranya sebagai berikut:

-Lagu ni memang best…bila dengar mesti nak nyanyi sama.bila nak marah tak jadi nak marah bila dengar lagu ni.agak kelakar sikit.mungkin peyampainya kot si apek tu. boleh release tension dengar lagu ni.dengar hari-hari pun tak pe…..best for apek (by kak Yan Des 7, 2007)

-uh malay nih, tak habis-habis menciplak, sudah jadi adat rupanya menciplak tuh di kebudayaan malay. Tak malu ker? (By emma on Dec 10, 2007)

-hai..lagu nie best giler……..
blh buet aku terhibur…
lain kali blh lah buat album…(By ala on Jan 7, 2008)

-huh.. kat Malaysia je lagu lawak buleh jadi juara carta.. ntah hapa2 la..(By trendkill on Jan 28, 2008)

-takde taste langsung.. and still… tak reti nak buat lagu sendiri.. kena adopt lagu org pehtu buat buat gempak lebih2 macam lagu sendiri..

-korang perasan tak artis Malaysia ni dah tak mampu buat lagu sendiri/baru/lagu yg sedap2??.. alih alih nak kena nyanyi lagu lama.. buat kompilation Artis/Band A ‘lawan’ (read vs.) Artis/Band B..

-Cuba blajar buat lagu yg sedap2 and yg penting.. BUAT SENDIRI LAHHH!!!

-betul ker lagu ASPALELA ini lagu ciplak dari dua lagu anak-anak Indonesia yang terkenal pada zaman dulu kala. Dua lagu tersebut adalah lagu Abang Tukang Bakso - Ciptaan: Mamo/Agil dan lagu Bintang Kejora - Ciptaan: A.T. Mahmud. Artikel seterus di http://idd.fotopages.com
(By saiful on Nov 17, 2007)

Setelah didonder dengan berbagai pernyataan yang menyudutkan, inisial yang menyerupai Apek pun membalas seperti di bawah ini:

Ni lagu, meniru aje
lagu asli indonesia
lagu kanak2
Macem mana? Tak kreatif jer…..(By bonjo on Nov 4, 2007)

Tok boleh buat musik ke? itu lagu muziknya dari Binjang Kejora dan Abang tukang bakso lagu kanak2 Indonesia 20 tahun lepas…..Jiplak lagi ye….(By bonji on Nov 4, 2007)

bukan ciplak, cuma nak diberi sentuhan semula (By apex on Nov 5, 2007)

Siapa sebenarnya Saiful Apek ini? Terlahir dengan nama Mohd Saifulazam b. Mohammad Yusoff pada 15 Agustus 1969 di Gombak, Selangor, Malaysia. Setelah terjun ke dunia hiburan, ia dikenal dengan nama Saiful Azam Senario atau Saiful Apek. Ia adalah salah satu komedian paling terkenal di Malysia kini.

Ia termasuk penghibur yang komplet, Selain melawak, penyiar radio, penyanyi, juga dikenal sebagai aktor yang membintangi puluhan film di Malaysia. Salah satu film terkenal yang dibintanginya dan sudah diputar di Indonesia adalah Cicak Man.

Jika kita menelusuri namanya di Youtube, maka kita akan mendapatkan betapa dia cukup akrab dengan penyanyi Siti Nurhaliza. Di situs Youtube Apek duet dengan Siti Nurhaliza menyanyikan lagu-lagu Jujur (milik Raja), Teman Tapi Mesra (Ratu), Pupus (milik Dewa), dan lain-lainnya.

Yang jadi soal adalah, apakah Saiful Apek sudah meminta izin kepada Mamo/Agil dan AT Mahmud? Saat dihubungi, keluarga AT mahmud mengatakan, Pak AT sedang sakit dan tak bisa diganggu. Selanjutnya, keluarga AT menyarankan agar langsung menghubungi Sony Music sebagai pihak yang telah diberi kuasa oleh AT Mahmud untuk mengurus lagu-lagunya, termasuk lagu Bintang Kejora yang sudah “dicuri” itu.

fearless


Jumat, 04 September 2009

Tari Pendet?? Milik Indonesia

Siapapun yang merasa sebagai bangsa Indonesia, akan kaget mendengar bahwa tari Pendet diklaim menjadi milik Malaysia. Menurut Prof. Dr. I Wayan Dibia MA, guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, tari Pendet digagas dua seniman kelahiran Desa Sumertha, kota Denpasar, yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Tak lama setelah diciptakan - sekitar tahun 1950 - oleh dua seniman Bali ini maka tari Pendet atau tari selamat datang, langsung memasyarakat sehubungan kerap dipakai menyambut kehadiran tamu-tamu penting di Pulau Dewata.

Pada awalnya, tari Pendet hanya menampilkan empat orang penari, dan disuguhkan kepada turis asing yang tiba di Bali atau yang sedang menginap di sejumlah hotel. Karena cukup mengesankan, maka tari ini kemudian juga digunakan untuk menyambut para pejabat negeri dan tamu-tamu penting negara. Setelah cukup berkembang, di tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet menjadi polanya seperti sekarang, termasuk menambahkan jumlah penari dari empat orang menjadi lima orang. Bahkan di tahun 1962, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menyuguhkan tari Pendet massal dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang. Tarian massal ini ditampilkan pada upacara pembukaan Asian Games di Jakarta (Sumber : antaranews).

Lalu, apa dasarnya Malaysia mengklaim tari Pendet ini adalah milik mereka?

Inilah yang menjadi pertanyaan atau kebingungan kita bersama. Kita tidak mengetahui secara pasti apa yang dijadikan dasar bagi Malaysia untuk mengklaim tari Pendet sebagai hak milik mereka. Sepertinya tetangga/jiran kita ini selalu mencari masalah.

Mulai dari kasus Sipadan dan Ligitan (yang akhirnya dimenangkan oleh Malaysia), batik, angklung, reog Ponorogo, dan sekarang tari Pendet. Apa yang sedang kau cari Malaysia? Dengan dalih, banyaknya orang/suku Jawa yang tinggal di Malaysia dan membawa budaya Indonesia ke sana, maka sepertinya Malaysia 'berhak' mengklaim batik, angklung dan reog juga adalah milik mereka. Tapi kita tidak habis pikir, jika sebuah tarian yang asli dari Bali juga bisa diklaim menjadi milik mereka. Berapa banyakkah jumlah orang Bali yang tinggal di Malaysia sehingga bisa menjadi pembenaran alasan klaim atas tari Pendet?

Jika dengan seenaknya saja Malaysia bisa mengklaim apa-apa yang berbau Indonesia menjadi milik mereka, maka dikhawatirkan mereka juga akan mengklaim kesenian asli Indonesia lainnya. Saya khawatirkan, bisa-bisa tari SaMan, tari Tor Tor, tari Serampang 12, tari Jaipong, tari Ronggeng Betawi, tari Serimpi, tari Merak, tari Kecak, tari Barong, tari Lenso, tari Cakalele, dan lain-lain, bisa dengan seenaknya diklaim oleh Malaysia. Bahkan mungkin saja terjadi, koteka dari Papua diklaim oleh mereka. Atau Danau Toba juga akan diklaim. Atau yang lebih 'gila' lagi, misalnya Pulau Madura atau Candi Borobudur diklaim milik mereka.

Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa lahan bisnis di Indonesia yang kini sudah dimiliki Malaysia, misalnya perkebunan Kelapa Sawit, bisnis perbankan, bisnis telekomunikasi, dan lain-lain. Tapi bukan berarti apa yang sudah menjadi warisan (heritage) budaya dan seni di Indonesia serta merta dapat diklaim seenak udel. Apa tanggapan Malaysia jika kita juga mengklaim warisan budaya dan seni mereka adalah milik kita. Sebagai tetangga sudah selayaknya kita bersahabat, saling mendukung, bukan mencari masalah. Apalagi kita satu rumpun.

Kejadian ini juga diharapkan menjadi koreksi bagi Pemerintah, bahwa untuk segera mengklaim (baca : mem-paten-kan) semua warisan budaya, seni, makanan serta karya anak bangsa lainnya, yang berasal dari Indonesia. Jangan setelah ada klaim dari negara lain, baru kita ribut, seperti orang yang kebakaran jenggot. Kalau tidak ada tindakan yang nyata dari Pemerintah Indonesia, jangan heran satu per satu warisan tersebut akan berpindah tangan.

Foto berikut ini adalah foto Danau Toba. Untuk saudara-saudara kami yang di Malaysia, kami tegaskan, bahwa danau ini letaknya di Indonesia, tepatnya di Propinsi Sumatera Utara dan asli dari Indonesia (asli lho..)

Malaysia Mencuri Kebudayaan Indonesia

Sebagai PM malingsia, saya merasa amat sangat malu dan marah sangat atas perbuatan biadab dan memalukan yang dilakukan rakyat dan kerajaan malingsia yg selalu suka mencuri seni dan budaya(tarian, batik, wayang, reog, angklung,lagu, etc) dari bangsa Indonesia yg amat sangat kaya dengan ragam seni dan budayanya. saya sadar bahwa bangsa malingsia memang sangat miskin dengan seni dan budaya, itulah kenapa kita orang suka mencuri seni dan budaya dari negara lain. Kerana rakyat malingsia itu sama sekali tidak kreativa, tidak inovative, miskin akan seni dan budaya. Biasalah, kami bangsa melayu yg miskin akan seni dan budaya, memang suke mencuri dari negare kaye seperti Indonesia yg kaya akan seni dan budaye. SELURUH DUNIA JUGA SUDAH TAHU BAHWA MALAYSIA ADALAH BANGSA PENCURI YG MISKIN AKAN SENI DAN BUDAYA. sekali lagi saya mohon maaf dan ampun atas kebiadaban bangsa dan kerajaan saye yg telah mencuri seni dan budaya dari bangsa Indonesia.

Pernyataan PM malingsia (Malaysia)